AI eksperimental baru yang disebut GaussianDreamer menjanjikan untuk secara signifikan mempercepat pembuatan model 3D dari teks. Dalam konsep yang dikenal sebagai “teks-ke-3D”, pengguna memasukkan teks yang menggambarkan model 3D yang diinginkan. AI kemudian menghasilkan model 3D yang sesuai dari teks tersebut.
Pendekatan sebelumnya sering kali menghasilkan model kasar dan terbatas pada jenis model tertentu. Menurut pengembangnya, GaussianDreamer menggabungkan dua metode AI. Pertama, model 3D kasar dihasilkan. Kemudian teknik Gaussian Splatter yang baru menyempurnakan model tersebut.
Dengan satu GPU, GaussianDreamer dapat menghasilkan model 3D berkualitas tinggi dalam 25 menit. Kecepatannya dapat ditingkatkan lebih lanjut dengan menghubungkan beberapa GPU secara paralel. Menurut para pengembangnya, GaussianDreamer membuka jalan bagi sistem teks-ke-3D yang kuat yang dapat digunakan oleh banyak orang. Akses yang mudah ke model 3D dipandang sebagai kunci untuk membuat pencetakan 3D lebih menarik bagi konsumen.
GaussianDreamer masih dalam tahap penelitian. Pihak yang tertarik dapat mencoba AI melalui antarmuka publik.













