Pada tahun 1956, produsen jam tangan Jepang, Seiko, menciptakan “Tuas Ajaib”, sebuah mekanisme untuk menghasilkan energi dari gerakan manusia. Terdiri dari hanya tiga komponen, desainnya mengubah gerakan berosilasi linier menjadi gerakan berputar satu arah.
Sebagai YouTuber Robert Murray-Smith menjelaskan dalam sebuah video, Tuas Ajaib pada jam tangan self-winding Seiko digunakan untuk melilitkan pegas rambut saat dikenakan. Energi kinetik yang diberikan oleh pemakainya digunakan oleh massa roda gila yang digabungkan.
Menurut Murray-Smith, ide di balik ini menarik untuk perangkat yang dapat dikenakan yang menghasilkan listrik. Sensor dan elektronik dapat dipasok dengan energi dari langkah dan aktivitas sehari-hari. Namun, gerakan manusia yang sebagian besar linier harus diubah menjadi rotasi yang lebih efisien.
Murray-Smith melihat potensi besar untuk aplikasi semacam itu dalam prinsip Tuas Ajaib yang sederhana. Dengan bantuan pencetakan 3D, ia telah menghasilkan prototipe yang akan segera ia uji coba dalam mekanisme berjalan.
Penemuan Seiko dari tahun 1956 dapat segera dihidupkan kembali dalam bentuk jam tangan pintar otonom energi dan sejenisnya. Robert Murray-Smith membuat model untuk pencetakan 3D yang tersedia secara gratis di platform Thingiverse.













