
Perusahaan rintisan AS Cerat mengatakan bahwa mereka telah mengembangkan alat cetak 3D untuk air minum. Alat ini mengekstrak uap air dari udara, menyaringnya dua kali dan menyimpannya dalam kendi yang terlindung dari sinar UV, menghasilkan 2,5 galon air minum murni setiap hari.
Namun pengembangannya terus berlanjut, dan hari ini Vollmer dan rekan bisnisnya Tyler Breton mempersembahkan “Spout”, sebuah generator air di atmosfer yang telah menghasilkan lebih dari 1 juta dolar dalam bentuk pre-order.
Spout mengekstrak uap air dari udara, menyaringnya dua kali dan menyimpan air dalam kendi yang terlindung dari sinar UV. Alat ini menghasilkan hingga 2,5 galon air minum murni setiap harinya. Dengan hanya menggunakan beberapa ratus watt listrik, inovasi ini merupakan pendekatan inovatif untuk ekstraksi air dan dapat merevolusi akses air bersih. Vollmer membandingkan pipa air dengan kabel listrik dan botol air dengan baterai untuk menekankan visinya tentang masa depan di mana akses ke air seperti ketersediaan tenaga surya.
Manfaat lingkungan tambahan dari Spout adalah potensinya untuk membantu mengurangi pemanasan global dengan mengurangi uap air, gas rumah kaca utama. Perangkat ini dapat mengarah pada rumah dan pertanian yang “netral air” yang menghasilkan air sebanyak yang mereka konsumsi. Alat ini juga menawarkan solusi untuk menyediakan air bersih di daerah yang dilanda kekeringan.
Tes perbandingan di Venice, California, dengan filter air populer seperti Brita telah menunjukkan keunggulan Spout dalam hal kemurnian air. Spout mendapatkan nilai 98 dari 99 pada skala Simple Lab Healthy Water, jelas mengungguli filter Brita. Teknologi yang dulunya tampak seperti fiksi ilmiah ini diharapkan akan tersedia secara komersial tahun depan, menandai langkah maju yang signifikan dalam teknologi pemurnian air.












