
Adidas telah meluncurkan sepatu baru yang sepenuhnya dicetak dengan teknologi 3D yang disebut Climamog. Produsen perlengkapan olahraga ini berhasil mencapai terobosan dalam produksi massal sepatu cetak 3D dengan harga yang kompetitif.
Climamog menggunakan teknologi CLIMACOOL dari Adidas untuk menyerap kelembapan. Pernyataan bea cukai AS menunjukkan bahwa biaya produksi per pasang adalah hanya 28 dolar AS. Hal ini menunjukkan proses produksi yang sangat efisien yang secara signifikan lebih murah daripada teknologi pencetakan 3D sebelumnya di sektor alas kaki.
Menurut pemberitahuan bea cukai, sepatu ini terbuat dari 100 persen poliuretan (PU). Pertama-tama dicetak dalam ukuran kecil dan kemudian dipanaskan hingga ukuran akhir yang diinginkan. Metode pasti yang digunakan di sini belum diketahui. Masih harus dilihat apakah Adidas akan terus menggunakan Digital Light Synthesis (DLS) dari Carbon. Produksi berbiaya rendah memberi Adidas keunggulan kompetitif yang jelas.
Harga yang murah yaitu 28 dolar per pasang menetapkan standar baru dalam industri ini. Ini menunjukkan bahwa produksi massal berbiaya rendah dapat dilakukan dengan pencetakan 3D. Hal ini dapat memiliki implikasi yang luas untuk seluruh industri pencetakan 3D.
Climamog sudah tersedia di Singapura dengan harga sekitar 170 dolar AS. Belum diketahui apakah dan kapan sepatu ini akan diluncurkan di pasar lain.












