
Eplus3D dan LEAP 71, sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam bidang teknik komputasi, telah bersama-sama mengembangkan mesin roket 3D-printed terbesar di dunia dari satu bagian. Dengan output 200 kN dan tinggi lebih dari 1,3 meter, mesin ini akan diluncurkan pada Formnext 2024 di Frankfurt.
Mesin ini dirancang oleh LEAP 71 dengan menggunakan Noyron Computational Engineering Model. Sistem berbasis AI ini memungkinkan desain mesin yang sangat kompleks tanpa menggunakan CAD perangkat lunak. Produksi dilakukan pada printer EP-M650-1600 dari Eplus3D, yang menggunakan enam laser 500 watt dan menawarkan ukuran rakitan 650 × 650 × 1600 mm. Produksi memakan waktu 354 jam dan diselesaikan dalam satu proses yang berkesinambungan.
Desain ini menggabungkan semua komponen utama mesin roket, termasuk ruang bakar, nosel, saluran pendingin, dan elemen berjenis, ke dalam satu struktur yang terintegrasi. Desain ini menghilangkan kebutuhan akan beberapa komponen yang harus dirakit dan disegel secara tradisional. Mesin ini terbuat dari paduan aluminium AlSi10Mg, yang meskipun memiliki sifat yang sangat baik untuk aplikasi ringan, namun sulit untuk diproses karena reaktivitasnya yang tinggi.
Mesin ini menggunakan strategi pendinginan dua tahap: oksigen cair menyediakan pendinginan regeneratif untuk ruang bakar utama, sementara minyak tanah mendinginkan nosel atas. Konfigurasi ini meningkatkan efisiensi termal dan meningkatkan stabilitas mesin selama pengoperasian.












