
Jerman Institut Federal untuk Penelitian dan Pengujian Material (BAM) telah memperkenalkan metode untuk otentikasi unik komponen yang diproduksi secara aditif-tanpa memerlukan tanda atau intervensi tambahan dalam proses pencetakan. Teknik ini memanfaatkan mikrostruktur acak dalam objek cetak 3D sebagai pengenal unik, mirip dengan sidik jari biometrik. Tujuannya adalah untuk menghalangi pembajakan produk, memastikan ketertelusuran, dan memperkuat jaminan kualitas digital.
Otentikasi dilakukan dengan menggunakan tomografi komputasi mikro resolusi tinggi (micro-computed tomography, µCT), yang menangkap pola mikrostruktur internal komponen dan memprosesnya secara digital. Tanda tangan geometris kemudian dibuat dan ditautkan ke Pengenal Objek Digital (Digital Object Identifier/DOI). Identitas digital yang unik ini disimpan dalam database dan memungkinkan perbandingan di masa mendatang antara objek fisik dan data manufaktur digital aslinya.
“Metode kami tidak memerlukan tanda yang terlihat atau modifikasi proses,” jelas pemimpin proyek Anja Waske dari BAM. “Hal ini membuatnya sangat tahan terhadap gangguan dan membuka kemungkinan baru untuk verifikasi produk, logistik, dan anti-pemalsuan.”
Sebagai bagian dari proyek DOI4AM, alur kerja yang lengkap sedang dikembangkan, termasuk integrasi dengan perangkat lunak yang ada dan sistem jaminan kualitas. Berbagai bahan dan geometri komponen sedang diuji dalam kondisi praktis. Mitra proyek, Additive Marking dari Paderborn, berkontribusi dengan memperluas platform Pass-X.eu dengan modul baru untuk penelusuran berbasis CT.
Pekerjaan ini dilakukan di Pusat Kompetensi Manufaktur Aditif BAM dan merupakan bagian dari inisiatif QI-Digital. Proyek ini didanai oleh Kementerian Federal untuk Riset, Teknologi, dan Antariksa (BMFTR) di bawah arahan DATIpilot. Tujuan utamanya adalah untuk mentransfer pendekatan teknologi tersebut dengan cepat ke dalam praktik industri dan membangun infrastruktur yang kuat untuk keamanan produk digital.












