
Pabrikan Cina QIDI telah meluncurkan model entry-level baru, Q2. Printer 3D ringkas ini ditujukan untuk pengguna pribadi, tetapi fitur-fiturnya juga membuatnya cocok untuk materi yang lebih berat. Harganya sekitar US9perangkat ini diposisikan di pasar printer konsumen yang sangat kompetitif.
Inti dari Q2 adalah sensor perataan yang baru dikembangkan, yang terletak secara langsung pada nozzle. Prinsip “nozzle-as-sensor” ini didesain untuk mencegah kesalahan kalibrasi yang disebabkan oleh pelat cetak atau getaran yang berbeda. Sistem ini dilengkapi dengan housing logam CoreXY, rel linier kelas industri, dan kepala alat yang diperkuat. Bersama-sama, semua fitur ini memastikan gerakan yang presisi dan masa pakai yang lama.
Fitur lainnya adalah kompatibilitas dengan sistem QIDI BOX, yang dapat menampung hingga empat gulungan filamen dan memungkinkan peralihan otomatis. Hal ini memungkinkan hingga 16 warna dicetak dalam satu cetakan. Ruang pengeringan terintegrasi beroperasi pada suhu 65 °C dan didesain untuk memproses bahan yang diperkuat serat secara andal, seperti filamen CF atau GF. Dikombinasikan dengan unit hot end 370 °C, polimer berkinerja tinggi seperti ABS, PA, atau bahkan PPS-CF juga dapat diproses.
Meskipun telah disempurnakan, Q2 tetap ringkas: menurut pabrikan, housing ini 20 persen lebih kecil dari pendahulunya, tetapi menawarkan volume pembuatan yang 30 persen lebih banyak. Pemurnian udara juga penting untuk penggunaan di rumah. Sistem filter tiga tahap yang terdiri dari pra-filter, filter HEPA, dan karbon aktif dirancang untuk mengurangi partikel dan bau. Sertifikasi OSHA/NRTL dan IECEE CB mengonfirmasi kepatuhan terhadap standar keamanan internasional.
Selain itu, QIDI sedang mengerjakan platform perangkat lunak dan aplikasi yang akan mengintegrasikan fungsi-fungsi seperti kendali jarak jauh, pemantauan langsung, dan, di masa depan, deteksi kesalahan yang didukung AI. Oleh karena itu, produsen ini menargetkan pengguna yang mencari printer 3D yang mudah diakses tetapi dapat diperluas.















