
Perusahaan Swedia Freemelt telah menerima pesanan dari konglomerat Cina Jiuli untuk sistem pencetakan 3D industri eMELT. Pesanan tersebut bernilai sekitar SEK 5 juta, dengan pengiriman dijadwalkan pada kuartal pertama tahun 2026. Bagi Freemelt, ini menandai penjualan pertama sistem industri ke China dan dianggap sebagai langkah penting untuk memasuki pasar di sana.
Sistem yang dipesan, eMELT-iD, ditawarkan dengan harga yang lebih murah dan pada awalnya akan digunakan di sektor energi dan teknologi medis. Kesepakatan ini didasarkan pada perjanjian strategis antara Freemelt dan Jiuli yang ditandatangani pada Mei 2025. Selain pengiriman, kesepakatan ini juga mencakup dukungan teknis di tempat serta integrasi ke dalam hubungan bisnis Jiuli yang sudah ada. Melalui hal ini, Freemelt bertujuan untuk mengamankan posisi jangka panjang di pasar manufaktur aditif logam (AM) Tiongkok.
China saat ini dianggap sebagai salah satu pasar paling dinamis untuk pencetakan 3D logam. Prakiraan memperkirakan tingkat pertumbuhan tahunan lebih dari 20 persen antara tahun 2024 dan 2030. Pada tahun 2023, negara ini telah mencapai hampir 12 persen pangsa volume pasar global dan telah memperkenalkan produksi seri industri di beberapa industri. Bagi produsen Barat seperti Freemelt, ini merupakan peluang sekaligus tekanan persaingan yang meningkat.
Secara teknologi, eMELT Freemelt didasarkan pada proses Electron Beam Powder Bed Fusion (E-PBF), di mana berkas elektron melebur serbuk logam lapis demi lapis.
“Kami senang bahwa kolaborasi kami dengan Jiuli telah menghasilkan pesanan mesin. Instalasi ini memungkinkan kami untuk mendemonstrasikan kemampuan teknologi E-PBF (Electron Beam Powder Bed Fusion) kami yang canggih dan memperkuat kehadiran kami di salah satu pasar AM logam yang tumbuh paling cepat di dunia,” kata Daniel Gidlund, CEO dari Freemelt AB.













